7 Alasan Mengapa Setelah Menikah Harus Punya Rumah Sendiri

Ada peribahasa Jawa mengatakan "cedak mambu tai adoh mambu wangi". Itu yang sering terjadi di lingkungan kita atau bahkan terjadi pada diri kita sendiri. Bagaimana seorang mertua memperlakukan kita sebagai menantu serumah, tapi kita seolah selalu salah dalam segala hal. Sebaliknya, menantu dan anak yang jauh selalu dipuji dan baik dimatanya. Akan tetapi, tidak semua mertua seperti itu, ada juga yang woles dan gak mau tahu tentang sikap anak dan menantunya. Yang terpenting bisa hidup rukun bersama dan saling berbagi.


Namun, bagi menantu yang kurang beruntung mungkin akan semakin merasa tertekan jika berlama lama hidup numpang mertua. Segala sesuatu selalu dikomentarin seolah ibu mertua dahulu kala tidak pernah diposisi menjadi seorang menantu di keluarganya. Apapun selalu salah dan menganggap kita anak kecil. Permasalah juga muncul dengan keluarga sang mertua baik itu dengan saudara ipar atau keponakan. Kita hanya manusia biasa, saya yakin ketika seorang menantu punya masalah di  keluarga mertua pasti akan merasa tertekan dan sedih yang mendalam. Karena posisi dia adalah sebagai seorang pendatang dan tidak punya keluarga dekat satupun disana. Dia datang sendiri dan berjuang sendiri, sehingga benar-benar berat untuk dilalui. Maka dari itu, untuk menghindari hal hal negatif terjadi sebaiknya kita yang sudah menikah harus punya tempat tinggal sendiri meski ngontrak sekalipun.

Ada beberapa alasan mengapa setelah menikah kita wajib punya rumah sendiri. Berikut penjabarannya.

1. Menjaga Privasi

Banyak sekali privasi suami istri yang harus dijaga seperti sifat baik dan buruk, kepemilikan barang, penghasilan, maupun masalah antar keduanya. Untuk menjaga privasi, kita juga butuh lingkungan yang mendukung. Misal saja suami istri sedang ingin bermesraan saat istrinya masak, itu tidak akan pernah bisa dilakukan jika dirumah mertua. Jika itu dilakukan pun saya yakin mertua juga merasa malu untuk melihatnya. Contoh lagi ketika kita bangun kesiangan, orangtua merasa tidak enak dengan kita, menganggap kita pemalas dan lain sebagainya. Padahal kita semalaman gak bisa tidur gara-gara anak rewel, atau kita yang tidak enak badan. Namun karena hal tersebut, seorang mertua jadi tahu kalau menantunya sering bangun siang sehingga permasalahan beda pendapat pun muncul.

2. Bebas Melakukan Sesuatu

Contoh saja masak. Wanita akan lebih bahagia jika masak apapun tanpa ada yang ngomentarin. Dapur berantakan, rumah kayak kapal pecah karena ulah anak-anak, tidak akan menjadi masalah jika punya rumah sendiri.

3. Menjaga Perasaan Pasangan dan Orangtua.

Sebagai anak dalam keluarga mungkin akan bingung ketika ada masalah antara pasangan kita dengan orangtua. Sulit untuk memutuskan mana yang harus dibela, karena sama-sama ingin menjaga perasaan keduanya. Maka dari itu, daripada hal tersebut terus berlanjut lebih baik bersegeralah hidup mandiri. Akan ada banyak pelajaran yang kita dapatkan setelah kita hidup mandiri, bahwa ternyata orang terdekat seperti pasangan dan anak-anak kitalah yang sebenarnya harus dijaga perasaanya.

4. Menghindari Munculnya Permasalahan dengan Keluarga dan Saudara Serumah.

Jika kita sudah berkeluarga dan masih tinggal serumah dengan saudara ipar makan akan muncul banyak permasalahan. Saya yakin ketika saudara iparmu bersalah, mertua akan cenderung menyalahkan kamu daripada anaknya sendiri. Selain itu, perasaan iri pasti akan muncul antar keduanya meski dengan saudara kandung sekalipun baik soal pendapatan, pekerjaan, makanan, pakaian, kendaraan atau bahkan hal sepele sekalipun.

5. Menghindari Sifat Manja anak Kepada Nenek dan Kakeknya.

Sudah menjadi rahasia umum kalau orangtua lebih sayang cucu daripada anak kandungnya sendiri. Jika terjadi sesuatu dengan cucunya, nenek dan kakek akan selalu menjadi pahlawan pertama yang melindungi. Meski sang cucu salah sekalipun mereka tidak perduli, yang penting cucunya bahagia dan tidak disalahkan orangtuanya. Perdebatan tentang perbedaan cara asuh anak pun akhirnya sering muncul dengan orangtua yang sulit diajak kerjasama. Padahal sebenarnya, ibulah yang paling memgerti apa yang terbaik untuk anak-anaknya karena dia yang lebih paham sifat dan emosi anaknya. Maka dari itu, menjaga dan mendidik anak akan lebih fokus jika kita punya rumah sendiri tanpa ada campur tangan pihak lain.

6. Menghindari Campur Tangan Pihak Ketiga.

Contoh saja, ketika suami istri punya masalah pasti keluarga akan tahu dan otomatis akan ikut campur tangan. Orangtua kadang justru tidak memberi solusi tapi malah menyalahkan dan memperkeruh suasana, sehingga hal seperti ini kurang baik bagi kesehatan mental dan hati terutama bagi seorang menantu. Maka dari itu, usahakan hidup mandiri dan menyelesaikan masalah tanpa campur tangan pihak ketiga yang justru akan semakin mengobarkan api. Apapun itu, sebaik-baiknya pihak ketiga lebih baik diselesaikan antara suami dan istri saja. Kecuali jika sudah tidak menemukan solusi, baru keduanya minta solusi orangtua atau keluarga yang dianggap paling dipercaya dan bijaksana.

7. Serba Salah

Karena kita manusia biasa pasti punya perasaan serba salah akibat kelamaan numpang orangtua. Bukan hanya karena alasan numpang tempat tinggal, masalah makan, menjaga kebersihan rumah bahkan nyuci dan jemur baju pun akan jadi serba salah. Mau nyuci nanti dibilang boros air, gak dicuci nanti dibilang jorok. Kadang nurut sama pasangan disalahin mertua, nurut sama mertua disalahin pasangan kita. Serba salah dan terkadang ingin berontak. Tapi ya begitulah rasanya numpang, tetaplah berbeda dengan rumah sendiri.

Dari 7 alasan diatas kita tahu bahwa besar kemungkinan masalah timbul jika kita hidup kumpul satu rumah dengan orangtua dan saudara. Karena dimana-mana hidup dengan banyak karakter itu tetaplah sulit dan rumit. Maka dari itu, saran saya lebih baik bersegeralah hidup mandiri untuk mencegah masalah timbul lebih banyak dan akhirnya menjadikan penyakit hati dari banyak pihak.

Hidup mandiri tidak harus jauh dari orangtua. Bisa juga beda kampung namun jarak tempuhnya hanya beberapa menit saja. Kita masih bisa merawat dan menjaga mereka karena bagaimanapun orangtua akan membutuhkan kita kelak dihari tuanya. Mereka butuh bantuan saat terkena himpitan keuangan, butuh perawatan saat sakit, dan butuh perhatian dengan memberi sedikit Rizki dan hadiah kecil.

Ingat ya, hidup mandiri tidak berarti menjauh dan tidak mau berbakti kepada orangtua. Saya yakin, orangtua yang baik akan memahami keinginan anak diatas keinginan pribadi mereka. Semoga kita semua menjadi pasangan hidup dan orangtua yang bertanggungjawab serta menjadi anak yang berbakti kepada orangtua.

Belum ada Komentar untuk "7 Alasan Mengapa Setelah Menikah Harus Punya Rumah Sendiri"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel